MAKALAH PRODUKTIF
Bpk.Taufik Nurwidyanto
BY; SHERLY DIAH RAHMAWATI
SMK ISLAM NUR EL ARAFAH TAHUN AJARAN 2021/2022
JLN VILLA MAKMUR 1NO. 50 MANGUN JAYA KEC.TAM.SELATAN
KATA PENGANTAR
Puji syukur alhamdulillah penyusun mengucapkan
kehadirat Allah SWT yang telah melimpahkan rahmat, karunia dan hidayah-Nya,
sehingga penyusun dapat menyelesaikan makalah yang berjudul “IP Addressing”.
Penyusunan makalah ini digunakan untuk memenuhi
tugas produktif ,kata Pengantar Teknologi Informasi yang dibimbing oleh Bapak Taufik Hidayat S.Kom
Pada kesempatan ini perkenankan kami mengucapkan terima kasih kepada:
1. Bapak Taufik Nurwidyanto S.Kom selaku guru pengampu mata pelajaran teknik komputer dan jaringan
2. Teman–teman yang telah memberikan segala dukungan, saran
dan bantuannya dalam proses penyusunan tugas ini.
3. Semua pihak yang telah membantu penyelesaian tugas ini, sehingga tugas ini dapat terselesaikan dengan baik dan tepat
waktu.
Pepatah mengatakan tidak ada gading yang tak retak.
Oleh karena itu kami sadar dalam makalah ini masih terdapat kekurangan dan
kesalahan, kami mohon maaf dan meminta kepada Bapak dosen, kiranya sudi
memberikan kritik dan saran untuk perbaikan selanjutnya. Sekian dari kami
semoga tugas ini sesuai dengan apa yang diharapkan dan dapat bermanfaat bagi
yang membacanya.
Penyusun
Sherly diah rahmawati
Bekasi, 12 oktober 2021
DAFTAR ISI
Kata Pengantar.................................................................................................
i
Daftar Isi............................................................................................................
ii
BAB I PENDAHULUAN.................................................................................. 1
1.1 Latar Belakang..............................................................................................
1
1.2 Rumusan Masalah.........................................................................................
1
1.3 Tujuan...........................................................................................................
2
BAB II PEMBAHASAN..................................................................................
3
2.1 Pengertian IP Address..................................................................................
3
2.1.1 IP Version...........................................................................................
3
2.1.2 Aturan Dasar Pemilihan Network ID
dan Host ID............................. 4
2.1.3 Subnet Mask.......................................................................................
5
2.1.4 Format Penulisan Ip Addressing.........................................................
5
2.1.5 Jenis-Jenis IP Address........................................................................
6
2.2 Klasifikasi Jaringan Internet........................................................................
7
2.2.1 Berdasarkan Kelasnya.........................................................................
7
2.2.2 Berdasarkan Pada Ukuran Jaringan....................................................
10
2.3 Address Khusus............................................................................................
11
2.4 Pengertian Subnetting..................................................................................
13
2.4.1 Dua Alasan Utama
Melakukan Subnetting.........................................
13
2.4.2 Tujuan
dari Subnetting........................................................................
13
2.4.3 Fungsi Subnetting................................................................................
14
2.4.4 Proses Subnetting................................................................................
14
BAB III
PENUTUP..........................................................................................
15
3.1
Kesimpulan...................................................................................................
15
DAFTAR
RUJUKAN......................................................................................
17
BAB 1. PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Pengembangan dan
kemajuan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) kini kian pesat menjadikan
kebutuhan akan komputer dan perangkat teknologi lainnya yang berkaitan dengan
Teknologi Informasi semakin menjadi kebutuhan tersendiri. Dan berbicara tentang
jaringan komputer saat ini sangatlah bermanfaat dan mungkin sudah sangat biasa
penggunaannya, karena hampir semua orang sangat membutuhkan jaringan komputer
ini terutama bagi mereka yang menggunakan internet. Komunikasi data dalam suatu
jaringan membutuhkan suatu aturan tertentu sehingga komputer–komputer yang
terhubung dapat saling terjadi proses komunikasi data. Dalam istilah jaringan
komputer, aturan tersebut disebut sebagai protokol.
Untuk dapat
saling berkomunikasi data dalam suatu jaringan dibutuhkan protocol yang dapat
diimplementasikan dalam berbagai jenis Sistem Operasi. Protokol yang dapat diimplementasikan pada berbagai macam Sistem Operasi adalah protokol
IP. Dengan adanya protokol IP komunikasi antara Ms. Windows dan Novel
Netware dapat dilakukan. Oleh karena itu makalah ini akan membahas semua yang
berkaitan dengan IP.
1.2 Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang di atas, maka rumusan masalah dalam penulisan ini
adalah sebagai berikut :
1.2.1 Apakah yang dimaksud dengan IP addressing?
1.2.2 Bagaimana pengklasifikasian jaringan
internet?
1.2.3 Apa sajakah yang termasuk dalam address
khusus?
1.2.4 Apakah yang dimaksud dengan subnetting?
1.3 Tujuan
Berdasarkan rumusan masalah di atas, maka
tujuan dalam penulisan ini adalah sebagai berikut :
1.3.1 Untuk mengetahui yang dimaksud dengan IP addressing.
1.3.2 Untuk mengetahui pengklasifikasian
jaringan internet.
1.3.3 Untuk mengetahui yang termasuk dalam
address khusus.
1.3.4 Untuk mengetahui yang dimaksud
dengan subnetting
BAB 2. PEMBAHASAN
2.1 Pengertian IP Address
IP Address adalah alamat yang diberikan ke
jaringan dan peralatan jaringan yang menggunakan protocol TCP/IP. IP Address
terdiri dari 32 bit angka biner yang dapat dituliskan sebagai empat angka
desimal yang dipisahkan oleh tanda titik seperti 192.16.10.1. Oleh karena
protocol IP adalah protocol yang paling banyak dipakai untuk meneruskan (routing) informasi
didalam jaringan komputer satu dengan lain, maka kita harus benar-benar
memahami IP address ini.
IP address digunakan
sebagai alamat dalam hubungan antar host di internet sehingga merupakan sebuah
sistem komunikasi yang universal karena merupakan metode pengalamatan yang
telah diterima di seluruh dunia. Dengan menentukan IP address berarti
kita telah memberikan identitas yang universal bagi setiap interface komputer. Jika suatu computer memiliki lebih dari satu interface maka kita
harus memberi dua IP address untuk komputer tersebut masing-masing untuk setiap
interfacenya.
2.1.1 IP Version
Saat ini ada
dua versi dari ip yang digunakan, yaitu sebagai berikut:
1. IP Versi 4 (IPv4)
Internet
protocol version 4 atau IPv4 terdiri dari 32-bit dan bisa menampung lebih dari
4.294.967.296 host di seluruh dunia. Sebagai contoh yaitu 172.146.80.100, jika
host di seluruh dunia melebihi angka 4.294.967.296 maka dibuatlah IPv6.
Pengalamatan IPv4, yaitu dekomposisi dari alamat IPv4 dari notasi dot-desimal
ke nilai biner. Dalam IPv4 alamat terdiri dari 32 bit yang membatasi ruang
alamat ke 4294967296 (232) alamat unik mungkin. IPv4 mencadangkan beberapa
alamat untuk tujuan khusus seperti jaringan privat (~ 18 juta alamat) atau alamat
multicast (~ 270 juta alamat). Alamat IPv4 yang kanonis diwakili dalam notasi
dot-desimal, yang terdiri dari empat angka desimal, masing-masing mulai dari 0
sampai 255, dipisahkan oleh titik, misalnya, 172.16.254.1. Setiap bagian
mewakili sekelompok 8 bit (oktet) alamat. Dalam beberapa kasus penulisan
teknis, alamat IPv4 dapat disajikan dalam berbagai heksadesimal, oktal, atau
representasi biner.
2. IP Versi 6 (IPv6)
IPv6 diciptakan untuk menjawab kekhawatiran akan kemampuan IPv4 yang
hanya menggunakan 32 bit untuk menampung IP Address di seluruh dunia, semakin
banyaknya pengguna jaringan internet dari hari ke hari di seluruh dunia IPv4
dinilai suatu saat akan mencapai batas maksimum yang dapat ditampungnya, untuk
itulah IPv6 versi 128 bit diciptakan. Dengan kemampuanya yang jauh lebih besar
dari IPv4 dinilai akan mampu menyediakan IP Address pada seluruh pengguna
jaringan internet di seluruh dunia yang semakin hari semakin banyak.
Pengalamatan IPv4, yaitu dekomposisi dari alamat IPv6 dari representasi
heksadesimal ke nilai biner. Ukuran alamat meningkat 32-128 bit atau 16 oktet.
Secara matematis, ruang alamat baru menyediakan potensi maksimal 2.128, atau
sekitar 3,403 × 1038 alamat.
Tujuan utama dari desain baru tidak hanya untuk memberikan jumlah yang
cukup alamat, melainkan untuk memungkinkan agregasi efisien subnetwork
Routing prefiks pada node routing. Akibatnya, ukuran tabel
routing yang lebih kecil, dan kemungkinan alokasi individu terkecil adalah
subnet untuk 264 host, yang merupakan kuadrat dari ukuran seluruh internet
IPv4. Pada tingkat ini, tingkat pemanfaatan alamat sebenarnya akan menjadi
kecil pada setiap segmen jaringan IPv6.
2.1.2 Aturan Dasar Pemilihan Network ID
dan Host ID
IP Address terdiri dari 2 bagian yaitu network ID dan host ID,
dimana network ID menentukan alamat dari jaringan dan host ID menentukan dari
peralatan jaringan. IP address memberikan alamat lengkap dari suatu peralatan
jaringan beserta alamat jaringan dimana peralatan itu berada. Aturan dasar
pemilihan network ID dan Host ID ada tiga, yaitu :
1. Network ID tidak
boleh sama dengan 127, karena network ID 127 secara default
digunakan sebagai alamat loopback yakni alamat
IP address yang digunakan oleh suatu komputer yang menunjuk dirinya sendiri
2. Network ID dan host
ID tidak boleh sama dengan 255, karena akan diartikan sebagai alamat broadcast.
ID ini merupakan alamat yang mewakili seluruh jaringan
3. Network ID dan host ID
tidak boleh sama dengan 0, karena akan diartikan sebagai alamat network.
Alamat network digunakan untuk menunjuk suatu jaringan buka
host. Host ID harus unik dalam suatu network,
dalam suatu network tidak boleh ada dua host yang
memiliki host ID yang sama.
2.1.3 Subnet Mask
Nilai subnet mask berfungsi untuk memisahkan network ID
dengan host ID. Subnet mask diperlukan oleh TCP/IP untuk menentukan apakah
jaringan yang dimaksud adalah jaringan lokal atau nonlokal. Untuk jaringan
nonlokal berarti TCP/IP harus mengirimkan paket data melalui sebuah router. Dengan
demikian, diperlukan address mask untuk menyaring IP address dan paket data
yang keluar masuk jaringan tersebut.
Network ID dan host ID di dalam IP
address dibedakan oleh penggunaan subnet mask. Masing–masing subnet
mask menggunakan pola nomor 32-bit yang merupakan bit groups dari semua satu
(1) yang menggunakan network ID dan semua nol (0) menunjukkan
host ID dari porsi IP address.
2.1.4 Format Penulisan
Ip Addressing
IP address terdiri
dari bilangan biner 32 bit yang dipisahkan oleh tanda titik setiap 8 bitnya.
Tiap bit ini disebut sebagai octet. Bentuk IP address dapat
dituliskan sebagai berikut: xxxxxxxx.xxxxxxxx.xxxxxxxx
Jadi, IP address memiliki range dari
00000000.00000000.00000000.00000000 sampai 11111111.11111111.11111111.11111111.
Notasi IP address dengan bilangan biner seperti ini susah
untuk digunakan, sehingga sering ditulis dalam 4 bilangan desimal yang
masing-masing dipisahkan oleh 4 buah titik yang lebih dikenal dengan ‘notasi
desimal bertitik’. Setiap bilangan desimal merupakan nilai
dari satu oktet IP address. Contoh hubungan IP address dalam format biner dan
desimal:
|
Desimal
|
167
|
205
|
206
|
100
|
|
Biner
|
10100111
|
11001101
|
11001110
|
01100100
|
2.1.5 Jenis-Jenis IP Address
1. IP
Public
Ini adalah Internet Assigned Numbers Authority (IANA)
terdaftar alamat yang terlihat di Internet. Public bit tertinggi range
address bit network address
1. kelas A
0 0 – 127* 8
2. kelas B
10 128 – 191 16
3. kelas C
110 192 – 223 24
4. kelas D
1110 224 – 239 28
2. Privat
Privat Address adalah kelompok IP Addres yang dapat dipakai tanpa harus
melakukan pendaftaran. IP Address ini hanya dapat digunakan untuk jaringan
lokal (LAN) dan tidak dikenal dan diabaikan oleh
Internet. Alamat ini adalah unik bagi jaringan lokalnya tetapi tidak unik bagi
jaringan global. Agar IP Private ini dapat terkoneksi ke internet, diperlukan
peralatan Router dengan fasilitas Network Address Traslation (NAT).
Berikut adalah alamat yang dicadangkan
untuk jaringan private:
· Private Address Kelas
A:
IP Address dari 10.0.0.0 – 10.255.255.254, setara dengan sebuah jaringan
dengan 24 bit host. Atau sekitar 16.777.214 host
· Private Address Kelas
B:
172.16.0.0 – 172.31.255.255, setara dengan 16 jaringan yang
masing-masing jaringan memiliki host efektif sebanyak 65.534 host
· Private Address Kelas
C:
192.168.0.0 – 192.168.255.254, setara dengan 256 jaringan yang masing-masing
jaringan memiliki host efektif sebanyak 254 host.
2.2 Klasifikasi Jaringan Internet
IP address dipisahkan menjadi 2 bagian yaitu
bagian network (net ID) dan bagian hist (host ID).
Net ID berperan dalam identifikasi suatu network dari network yang
lain, sedangkan host ID berperan untuk identifikasi host dalam
suatu network. Jadi seluruh host yang tersambung dalam jaringan
yang sama memiliki net ID yang sama. Sebagian dari bit-bit bagian awal pada
bagian awal address merupakan network bit/network number,
sedangkan sisanya untuk host. Garis pemisah antara bagian network dan host tidak
tetap, bergantung kepada kelas network.
2.2.1 Berdasarkan Kelasnya
Berdasarkan kelasnya IP address dibagi ke dalam lima kelas yaitu kelas A,
B, C, D, E. perbedaan tiap kelas adalah pada ukuran dan jumlahnya. Perangkat
lunak Internet protocol menentukan pembagian jenis kelas ini dengan menguji
beberapa bit pertama dari IP address. Penentuan kelas ini dilakukan dengan cara
berikut:
· Kelas A
Bit pertama address kelas A adalah 0 dengan panjang net ID 8 bit dan
panjang host 24 bit. Dengan demikian hanya ada 128 network kelas A, jadi byte
pertama IP address kelas A memiliki range dari 0-127, yakni dari nomor
0.xxx.xxx.xxx sampai 127.xxx.xxx.xxx. Tiap network dapat menampung sekitar
16 juta (256^3) host. IP address kelas A diberikan untuk jaringan dengan jumlah
host yang sangat besar. (xxx adalah variabel, nilainya dari 0 s/d 255). IP
address ini dilukiskan pada gambar berikut:
Formatnya :
Format : 0nnnnnnn.hhhhhhhh.hhhhhhhh.hhhhhhhh
Bit pertama : 0
Panjang Network ID : 8 bit
Panjang Host ID : 24 bit
Byte pertama : 0 – 127
Jumlah : 126 kelas A (0 dan 127
dicadangkan)
Range IP : 1.xxx.xxx.xxx sampai
126.xxx.xxx.xxx
Jumlah IP : 16.777.214 IP address pada
tiap kelas A
· Kelas B
Dua bit IP address kelas B selalu diset 10 sehingga byte pertamanya
selalu bernilai 128-191. Network ID adalah 16 bit pertama dan 16 bit sisanya
adalah host ID
sehingga kalau ada computer memilii IP
address 192.168.26.161, network ID 192.168 dan host ID 26.161. pada IP address
kelas B ini memiliki range IP dari 128.0.xxx.xxx sampai
191.155.xxx.xxxyakni berjumlah 65.255 netwrok dan jumlah host tiap network
256^2 host atau sekitar 65 ribu host
Formatnya:
Format :
10nnnnnn.nnnnnnnn.hhhhhhhh.hhhhhhhh
2 bit pertama : 10
Panjang Network ID : 16 bit
Panjang Host ID : 16 bit
Byte pertama : 128 – 191
Jumlah : 16.384 kelas B
Range IP : 128.0.xxx.xxx sampai
191.155.xxx.xxx
Jumlah IP : 65.535 IP address pada tiap
kelas B
· Kelas C
Jika 3 bit pertama dari IP Address adalah 110, address merupakan network
kelas C. Network ID terdiri dari 24 bit dan host ID 8 bit sisanya, sehingga dapat terbentuk sekitar 2 juta network
dengan masing-masing network memiliki 256 host. Dengan demikian terdapat lebih
dari 2 juta network kelas C (32 x 256 x 256), yakni dari nomor
192.0.0.xxx sampai 223.255.255.xxx. Setiap network kelas C hanya mampu
menampung sekitar 256 host.
Formatnya:
Format : 110nnnnn.nnnnnnnn.nnnnnnnn.hhhhhhhh
3 bit pertama : 110
Panjang Network ID : 24 bit
Panjang Host ID : 8 bit
Byte pertama : 192 – 223
Jumlah : 2.097.152 kelas C
Range IP : 192.0.0.xxx sampai
223.255.255.xxx
Jumlah IP : 254 IP address pada tiap
kelas C
sehingga kalau ada computer memilii IP
address 192.168.26.161, network ID 192.168 dan host ID 26.161. pada IP address
kelas B ini memiliki range IP dari 128.0.xxx.xxx sampai
191.155.xxx.xxxyakni berjumlah 65.255 netwrok dan jumlah host tiap network
256^2 host atau sekitar 65 ribu host
Formatnya:
Format :
10nnnnnn.nnnnnnnn.hhhhhhhh.hhhhhhhh
2 bit pertama : 10
Panjang Network ID : 16 bit
Panjang Host ID : 16 bit
Byte pertama : 128 – 191
Jumlah : 16.384 kelas B
Range IP : 128.0.xxx.xxx sampai
191.155.xxx.xxx
Jumlah IP : 65.535 IP address pada tiap
kelas B
· Kelas C
Jika 3 bit pertama dari IP Address adalah 110, address merupakan network
kelas C. Network ID terdiri dari 24 bit dan host ID 8 bit sisanya, sehingga dapat terbentuk sekitar 2 juta network
dengan masing-masing network memiliki 256 host. Dengan demikian terdapat lebih
dari 2 juta network kelas C (32 x 256 x 256), yakni dari nomor
192.0.0.xxx sampai 223.255.255.xxx. Setiap network kelas C hanya mampu
menampung sekitar 256 host.
Formatnya:
Format : 110nnnnn.nnnnnnnn.nnnnnnnn.hhhhhhhh
3 bit pertama : 110
Panjang Network ID : 24 bit
Panjang Host ID : 8 bit
Byte pertama : 192 – 223
Jumlah : 2.097.152 kelas C
Range IP : 192.0.0.xxx sampai
223.255.255.xxx
Jumlah IP : 254 IP address pada tiap
kelas C
· Kelas D
Khusus kelas D ini digunakan untuk tujuan multicasting.
Dalam kelas ini tidak lagi dibahas mengenai netid dan hostid. Jika 4 bit
pertama adalah 1110, sehingga byte pertamanya berkisar antara 224-247,
sedangkan bit-bit berikutnya diatur sesuai keperluan multicast group yang
menggunakan IP address ini. Dalam multitasking tidak dikenal network ID
dan Host ID. IP Address merupakan kelas D yang digunakan untuk multicast
address, yakni sejumlah komputer yang memakai bersama suatu aplikasi (bedakan
dengan pengertian network address yang mengacu kepada sejumlah komputer yang
memakai bersama suatu network). Salah satu penggunaan multicast address yang
sedang berkembang saat ini di Internet adalah untuk aplikasi real-time video
conference yang melibatkan lebih dari dua host (multipoint),
menggunakan Multicast Backbone.
Formatnya:
4 Bit Pertama : 1110
Byte Inisial : 224 – 247
· Kelas E
Kelas terakhir adalah kelas E (4 bit pertama adalah 1111 atau sisa dari
seluruh kelas). Pemakaiannya dicadangkan untuk kegiatan eksperimental. Juga
tidak ada dikenal netid dan hostid di sini. IP address E tidak
diperuntukkan untuk keperluan umum. 4 bit pertama IP address kelas ini diset
1111 sehingga byte pertama berkisar antara 248-255
Formatnya:
4 Bit Pertama : 1111
Byte Inisial : 248 – 255.
Khusus kelas D ini digunakan untuk tujuan multicasting.
Dalam kelas ini tidak lagi dibahas mengenai netid dan hostid. Jika 4 bit
pertama adalah 1110, sehingga byte pertamanya berkisar antara 224-247,
sedangkan bit-bit berikutnya diatur sesuai keperluan multicast group yang
menggunakan IP address ini. Dalam multitasking tidak dikenal network ID
dan Host ID. IP Address merupakan kelas D yang digunakan untuk multicast
address, yakni sejumlah komputer yang memakai bersama suatu aplikasi
(bedakan dengan pengertian network address yang mengacu kepada sejumlah
komputer yang memakai bersama suatu network). Salah satu penggunaan multicast
address yang sedang berkembang saat ini di Internet adalah untuk aplikasi real-time
video conference yang melibatkan lebih dari dua host
(multipoint), menggunakan Multicast Backbone.
Formatnya:
4 Bit Pertama : 1110
Byte Inisial : 224 – 24
2.2.2 Berdasarkan Pada
Ukuran Jaringan
Berdasarkan pada ukuran jaringan Internet dibagi dalam empat bagian,
yaitu :
· LAN (Local
Area Network)
LAN adalah jaringan lokal atau jaringan private yang
ada dalam satu gedung atau dalam satu ruangan. LAN biasa digunakan untuk
jaringan kecil yang menggunakan satu resource secara bersama–sama, misalnya
penggunaan printer secara bersama–sama, penggunaan media
penyimpanan secara bersama, dan lain–lain.
· MAN (Metropolitan
Area Network)
MAN adalah pengembangan dari LAN yang menggunakan
metode yang sama dengan LAN tetapi daerah cakupannya lebih luas. Daerah cakupan
LAN yang hanya ada pada suatu ruangan atau gedung, tetapi pada MAN cakupannya
bisa sampai satu RT atau beberapa kantor yang berada dalam komplek yang sama.
· WAN (Wide Area
Network)
WAN dengan cakupan yang lebih luas lagi, cakupannya
meliputi satu kawasan, satu pulau atau satu negara bahkan benua. Sedangkan
metode yang dipakai dalam WAN hampir sama dengan yang dipakai di dalam LAN dan
MAN.
· Internet
Internet adalah interkoneksi antar jaringan–jaringan komputer yang ada
di dunia yang bisa saling berkomunikasi dan bertukar informasi menggunakan
standar Internet Protocol (IP).
2.3 Address Khusus
Selain address yang digunakan untuk pengenal host ada beberapa address
yang digunakan untuk keperluan khusus dan tidak boleh digunakan untuk pengenal
host. Address itu adalah:
a) Network Address
Address ini digunakan untuk mengenali suatu network
pada jaringan internet. Misalkan untuk host dengan IP address kelas
B 192.168.9.35 tanpa memakai subnet, network address ini
adalah 192.168.0.0 address ini didapat dengan membuat seluruh
bit host pada segmen 2 terakhir menjadi 0. Tujuannya adalah untuk
menyederhanakan informasi routing pada internet. Router cukup
melihat network address 192.168 untuk menentukan ke router mana
datagram tersebut harus dikirimkan. Analoginya mirip dengan tuang pos cukup
melihat kota tujuan pada alamat surat tidak perlu membaca seluruh alamat untuk
menentukan jalur mana yang harus ditempuh surat tersebut.
b) Broadcast Address
Address ini digunakan untuk mengirim dan menerima informasi yang harus
diketahui oleh seluruh host yang ada pada suatu network. Seperti
diketahui setiap datagram IP memiliki header alamat tujuan berupa IP address dari
host yang akan dituju oleh datagram tersebut. Dengan adanya alamat ini maka
hanya host tujuan saja yang memproses datagram tersebut, sedangkan host lain
akan mengabaikannya. Tidak efisien apabila harus membuat replikasi datagram
sebanyak jumlah host tujuan, pemakai bandwith akan meningkat dan beban
kerja host pengirim bertambah, padahal isi datagram tersebut
sama. Oleh karena itu dibuat konsep broadcast address, host cukup mengirim ke
alamat broadcast maka seluruh host pada network akan menerima
datagram tersebut.
Jadi sebenarnya setiap host memiliki 2 address untuk
menerima datagram, pertama adalah IP addressnya yang bersifat unik
dan kedua adalah broadcast address pada network tempat
host tersebut berada. Broadcast address diperoleh dengan
membuat bit-bit hst pada IP address menjadi 1. Jadi, untuk host dengan
IP address 192.168.9.35 atau 192.168.240.2 broadcast addressnya
192.168.255.255 (2 segmen dari IP address tersebut disebut
berharga 11111111.11111111, sehingga secara decimal terbaca 255.255) jenis
informasi yang dibroadcast biasanya adalah informasi routing.
c) Multicast Address
Kelas address A, B dan C adalah address yang digunakan
untuk komunikasi antar host yang menggunakan datagram unicast.
Artinya datagram memiliki address tujuan berupa satu host
tertentu. Hanya host yang memiliki IP address sama dengan destination address pada
datagram yang akan menerima datagram tersebut, sedangkan host lain
akan mengabaikannya. Jika datagram ditujukan untuk 2 mode pengirman ini (unicast dan broadcast) muncul
pula mode ke tiga. Diperlukan suatu mode khusus jika suatu host ingin
berkomunikasi dengan beberapa host sekaligus (host group) dengan hanya
mengirimkan satu datagram saja.Namun berbeda dengan mode broadcast hanya
host-host yang tergabung dalam sutu group saja yang akan menerima datagram ini,
sedangkan host lain tidak akan terpengaruh. Oleh karena itu dikenalkan konsep
multicast. Pada konsep ini setiap group yang menjalankan aplikasi bersana
mendapatkan satu multicast address. Struktur kelas multicast
address dapat dilihat pada gambar dibawah
|
224-239
|
0-255
|
0-255
|
0-255
|
|
1110xxxx
|
xxxxxxxx
|
Xxxxxxxx
|
xxxxxxxx
|
Untuk keperluan multicast sejumlah
IP address dialokasikan sebagai multicast address.
Jika struktur IP address mengikuti bentuk
1110xxxx.xxxxxxxx.xxxxxxxx.xxxxxxxx (bentuk desimal 224.0.0.0 sampai
239.255.255.255) maka IP address merupakan multicast
address. Alokasi ini ditujukan untuk keperluan group buka
untuk host seperti pada kelas A, B dan C. Anggota group ini juga tidak terbatas
pada jaringan di satu subnet,namun bisa mencapai
seluruh dunia karena menyerupai sutu backbone maka
jaringan multicast ini dikenal pula sebagai Multicast
Bacbone (Mbone).
2.4 Pengertian Subnetting
Subnetting adalah
teknik memecah suatu jaringan besar menjadi jaringan yang lebih kecil dengan
cara mengorbankan bit host ID pada subnet
mask untuk dijadikan Network ID baru. Subnetting
merupakan teknik memecah network menjadi beberapa subnetwork yang
lebih kecil. Subnetting hanya dapat dilakukan pada IP address kelas A, IP Address kelas
B dan IP Address kelas C. Dengan subnetting akan
menciptakan beberapa network tambahan, tetapi mengurangi jumlah maksimum host yang
ada dalam tiap network tersebut.
2.4.1 Dua alasan utama melakukan subnetting
Dua alasan utama melakukan subnetting antara lain :
1. Mengalokasikan IP address yang
terbatas supaya lebih efisien. Jika internet terbatas oleh alamat-alamat di
kelas A, B, dan C, tiap network akan memliki 254, 65.000, atau
16 juta IP address untuk host devicenya. Walaupun terdapat
banyak network dengan jumlah host lebih dari 254, namun hanya
sedikit network (kalau tidak mau dibilang ada) yang
memiliki host sebanyak 65.000 atau 16 juta. Dan network yang
memiliki lebih dari 254 device akan membutuhkan alokasi kelas
B dan mungkin akan menghamburkan percuma sekitar 10 ribuan IP address.
2. Alasan kedua adalah, walaupun sebuah organisasi
memiliki ribuan host device, mengoperasikan semua device tersebut
di dalam network ID yang sama akan memperlambat network.
Cara TCP/IP bekerja mengatur agar semua komputer dengan network ID
yang sama harus berada di physical network yang sama
juga. Physical network memiliki domain broadcast yang
sama, yang berarti sebuah medium network harus membawa semua traffic untuk network. Karena
alasan kinerja, network biasanya disegmentasikan ke
dalam domain broadcast yang lebih kecil bahkan lebih
kecil dari Class C address.
Tujuan
dari subnetting adalah sebagai berikut:
1. Untuk mengefisienkan pengalamatan (misal untuk jaringan yang
hanya mempunyai 10 host, kalau kita menggunakan kelas C saja
terdapat 254 – 10 =244 alamat yang tidak terpakai).
2. Membagi satu kelas network atas sejumlah subnetwork dengan
arti membagi suatu kelas jaringan menjadi bagian-bagian yang lebih kecil.
3. Menempatkan suatu host,
apakah berada dalam satu jaringan atau tidak.
4. Untuk mengatasi masalah
perbedaaan hardware dengan topologi fisik jaringan.
5. Untuk mengefisienkan alokasi IP Address dalam sebuah
jaringan supaya bisa memaksimalkan penggunaan IP Address
6. Mengatasi masalah perbedaan hardware dan media fisik yang digunakan daam
suatu network, karena router IP hanya dapat
mengintegrasikan berbagai network dengan media fisik yang
berbeda jika setiap network memiliki address network yang
unik.
7. Meningkatkan security dan mengurangi terjadinya kongesti akibat
terlalu banyaknya host dalam suatu network.
2.4.3 Fungsi subnetting
Fungsi
subnetting antara lain sebagai berikut:
1. Mengurangi lalu-lintas jaringan, sehingga data yang
lewat di perusahaan tidak akan bertabrakan (collision) atau
macet.
2. Teroptimasinya unjuk kerja jaringan.
3. Pengelolaan yang disederhanakan.
4. Membantu pengembangan jaringan ke arah jarak geografis
yang menjauh,
2.4.4 Proses Subnetting
Untuk melakukan proses subnetting kita akan melakukan
beberapa proses, yaitu:
1. Menentukan jumlah
subnet yang dihasilkan oleh subnet mask
2. Menentukan jumlah host
per subnet
3. Menentukan subnet yang
valid
4. Menentukan
alamat broadcast untuk tiap subnet
5. Menentukan host–host
yang valid untuk tiap subnet
BAB 3. PENUTUP
1.1 Kesimpulan
Berdasarkan
pembahasan di atas, maka kesimpulan dalam penulisan ini adalah sebagai berikut
:
IP Address
adalah alamat yang diberikan ke jaringan dan peralatan jaringan yang
menggunakan protocol TCP/IP. IP Address terdiri dari 32 bit angka biner yang
dapat dituliskan sebagai empat angka desimal yang dipisahkan oleh tanda titik
seperti 192.16.10.1. IP Address terdiri dari 2 bagian yaitu network ID dan host
ID, dimana network ID menentukan alamat dari jaringan dan host ID
menentukan dari peralatan jaringan. Nilai subnet mask berfungsi untuk
memisahkan network ID dengan host ID. Subnet mask diperlukan oleh TCP/IP untuk
menentukan apakah jaringan yang dimaksud adalah jaringan lokal atau nonlokal.
Klasifikasi
jaringan internet di kelompokkan menjadi dua yaitu klasifikasi berdasarkan kelasnya
dan klasifikasi berdasarkan pada ukuran jaringan. Berdasarkan kelasnya IP
address dibagi ke dalam lima kelas yaitu kelas A, B, C, D, E. Perbedaan tiap
kelas adalah pada ukuran dan jumlahnya. Perangkat lunak Internet protocol
menentukan pembagian jenis kelas ini dengan menguji beberapa bit pertama dari
IP address. Berdasarkan pada ukuran jaringan Internet dibagi dalam empat
bagian, yaitu a) LAN, b) MAN, c) WAN, dan d) Internet.
Selain address yang digunakan untuk pengenal host ada beberapa address yang
digunakan untuk keperluan khusus dan tidak boleh digunakan untuk pengenal host,
yaitu:
a) Network Address
Address ini digunakan untuk mengenali
suatu network pada jaringan internet.
b) Broadcast Address
Address ini digunakan untuk mengirim dan menerima informasi yang harus
diketahui oleh seluruh host yang ada pada suatu network.
c) Multicast Address
Kelas address A, B dan C adalah address
yang digunakan untuk komunikasi antar host yang menggunakan datagram
unicast.
Subnetting
adalah teknik memecah suatu jaringan besar menjadi jaringan yang lebih kecil
dengan cara mengorbankan bit Host ID pada subnet mask untuk dijadikan Network
ID baru. Subnetting merupakan teknik memecah network menjadi beberapa
subnetwork yang lebih kecil. Subnetting hanya dapat dilakukan pada IP addres
kelas A, IP Address kelas B dan IP Address kelas C.
DAFTAR RUJUKAN
(online)https://bintinurulqomariyah.wordpress.com/2012/03/23/ip-address-dan-subnetting/
(diakses
pada tanggal 17 Maret 2016, pada pukul 13.02)
(online)http://www.dosenpendidikan.com/pengertian-ip-address-menurut-para-desainer-internet-protocol/ (diakses pada
tanggal 18 Maret 2016, pada pukul 10.30)
(online)http://technopark.surakarta.go.id/id/media-publik/komputer-teknologi-informasi/191-ip-address-fungsi-dan-kelas-ip (diakses pada tanggal 18 Maret
2016, pada pukul 10.37)
(online)http://perdimendila.blogspot.co.id/2015/04/makalah-ip-address.html
(diakses pada tanggal 18 Maret 2016,
pada pukul 13.03)
(online)http://louisbutarbutar.blogspot.co.id/2012/11/klasifikasi-jaringan-internet.html (diakses pada tanggal 22 Maret
2016, pada pukul 11.44)